1. Pendahuluan
1.1
Deskripsi
Singkat
Pada bab ini mahasiswa akan mempelajari fungsi dari evaluasi kebijakan
publik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan
publik. Ada 4 fungsi dari kebijakan publik yang harus diketahui yaitu: Pertama,
fungsi eksplanasi; Kedua, fungsi kepatuhan; Ketiga, fungsi auditing; dan
Keempat, fungsi akunting. Setelah itu mahasiswa akan mempelajari bagaimana
evaluasi ini berfungsi untuk melihat kinerja dari pelaksanaan kebijakan/
program yang dilaksanakan.
1.2
Relevansi
Setelah mempelajari materi pada bab ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk
menjelaskan fungsi- fungsi dari evaluasi kebijakan publik dan mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik.
Sehingga mahasiswa bisa bersikap kritis dalam mengevaluasi suatu kebijakan/
program sesuai dengan fungsinya.
1.3 Capaian Pembelajaran
1.3.1 Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
Mahasiswa mampu menjelaskan
fungsi-fungsi evaluasi kebijakan publik dari beberapa ahli.
1.3.2 Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
- Mahasiswa mengetahui dan menjelaskan fungsi-fungsi evaluasi kebijakan publik.
- Mahasiswa mampu menterjemahkan fungsi dari evaluasi kebijakan publik ke dalam contoh nyata.
- Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik.
1.4
Petunjuk
Pembelajaran
Bacalah tiap uraian dengan teliti. Kerjakan semua tes formatif (Pilihan
Ganda dan Essay).
2.
Penyajian
2.1 Fungsi Evaluasi Kebijakan Menurut Dunn
Dunn dan Ripley (Wibawa, 1994:10) dalam Suaib (2016:110) menyatakan bahwa
fungsi dari evaluasi kebijakan terdiri sebagai berikut:
1. Eksplanasi.
Melalui evaluasi kebijakan maka
dapat dipotret realitas pelaksanaan program dan dapat dibuat suatu generalisasi
tentang pola-pola hubungan antar berbagai dimensi realitas.
2. Kepatuhan
Melalui evaluasi kebijakan maka
dapat diketahui apakah tindakan yang dilakukan oleh para pelaku baik birokrasi
maupun pelaku lain sesuai dengan standar maupun prosedur yang telah ditetapkan.
3. Auditing
Melalui evaluasi kebijakan maka
dapat diketahui apakah output
benar-benar telah sampai pada kelompok sasaran maupun penerima lain.
4. Akunting
Melalui evaluasi kebijakan maka
dapat diketahui apakah sosial ekonomi dari kebijakan tersebut meningkat atau
tidak.
Di sisi lain, Dunn (200:609) dalam Suaib (2016:110-112) mengatakan bahwa
fungsi dari evaluasi kebijakan publik pada dasarnya ada 3 (tiga) hal pokok,
yaitu
1. Memberi
informasi yang valid tentang kinerja kebijakan. Pada fungsi ini, evaluasi
kebijakan publik akan lebih banyak meneliti pada aspek instrumental dari
kebijakan publik yang ada. Ia akan melakukan evaluasi atas penampilan atau
kinerja dari proses berjalannya organ kebijakan publik yang dievaluasi. Sampai
sejauh mana organ kebijakan publik itu mampu mengatasi persoalan yang dihadapi
dan sampai sejauh mana pula organ kebijakan publik tersebut efektif sebagai
instrument pemberi solusi sebagaimana raison
d’entre kebijakan publik itu sendiri;
2. Menilai
kepantasan tujuan atau target dengan masalah yang diharapi. Pada fungsi ini,
evaluasi kebijkan publik lebih memfokuskan diri pada substansi dari kebijakan
publik yang ada. Dimana seperti telah disadari bahwa sebuah kebijakan publik
pada dasarnya adalah dibuat untuk menyelesaikan masalah publikc tertentu, maka
pada fungsi ini evaluasi kebijakan akan menilai apakah tujuan yang ditetapkan
kebijakan publik tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang ada.
Karena sebuah kebijakan publik itu pada dasarnya adalah dibuat untuk
menyelesaikan masalah publik tertentu, maka pada fungsi ini evaluasi kebijakan
akan menilai apakah tujuan yang telah ditetapkan kebijakan publik tersebut
benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang ada. Karena sebuah kebijakan
publik itu pada dasarnya ditetapkan berikut dengan tujuan, dan umumnya implementing agents bekerja untuk
mencapai tujuan kebijakan yang telah ditetapkan itu. Hanya saja kadangkala
tujuan kebijakan telah tercapai tapi masalah tetap tidak terpecahkan.
Contohnya, pemerintah menetapkan sebuah program pengentasan kemiskinan. Tujuan
dari program tersebut adalah terkucurkannya sekian jumlah kredit pada
masyarakat miskin. Dan ternyata setelah berjalan satu jangka waktu tertentu,
jumlah dana yang ditargetkan sudah habis sesuai rencana, tapi ternyata setelah
dilihat lebih lanjut ternyata tidak ada perubahan dari tingkat kemiskinan di
daerah tersebut, bahkan masyarakat justru makin terjerat oleh pelunasan kredit
yang kini menjadi tanggungannya. Ini berarti kebijakan publik itu mencapai
tujuan tapi tidak memecahkan masalah.
3. Memberi
sumbangan pada kebijakan lain terutama segi metodologinya. Pada fungsi ini,
evaluasi kebijakan publik akan lebih diupayakan untuk menghasilkan rekomendasi
dari penilaian yang dilakukannya atas kebijakan yang dievaluasi. Hasil-hasil
dari penilaian evaluasi itu diupayakan pula agar dapat dijadikan bahan belajar
bagi para pelaku kebijakan publik yang lain, baik kebijakan lanjutan maupun
kebijakan lain. Fungsi evaluasi kebijakan ini akan lebih banyak dihasilkan
terutama pada evaluasi kebiajkan publik yang dilakukan pada akhir kebijakan
publik (ex-post evaluation). Fungsi
evaluasi kebijakan publik, dalam posisi ini akan lebih bersifat produktif,
karena ia tidak lagi lebih diberatkan pada kritik terhadap kelemahan-kelemahan
yang ada, namun pada bagaimana kita kemudian dapat belajar dan bagaimana
caranya agar kelemahan-kelemahan dalam kebijakan itu tidak terulang lagi pada
waktu dan tempat yang berbeda nantinya.
Dari fungsi-fungsi evaluasi kebijakan diatas dapat dilihat betapa
pentingnya evaluasi kebijakan publik itu dilakukan demi lebih baiknya proses
kebijakan publik secara keseluruhan. Namun seringkali hasil-hasil evaluasi
kebijakan publik tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku kebijakan
publik. Hal ini dikarenakan banyak faktor, seperti faktor politik, sosial,
ekonomi dan sebagainya.
2.2
Fungsi Evaluasi Kebijakan Publik Menurut
Putra
Fungsi dari evaluasi kebijakan publik menurut Putra (2001) dalam Ekowati
(2009:98-99) adalah:
1. Memberi
informasi yang valid tentang kinerja kebijakan. Dalam fungsi ini evaluasi kebijakan
publik akan lebih banyak meneliti pada aspek instrumental dari kebijakan publik
yang ada. Ia akan melakukan evaluasi atas penampilan atau kinerja dari proses
berjalannya organ kebijakan publik yang dievaluasi. Sampai sejauhmana pula
organ kebijakan publik tersebut efektif sebagai instrument pemberi solusi.
2. Untuk
menilai keterkaitan tujuan atau target dengan masalah yang dihadapi. Pada
fungsi ini evaluasi kebijakan publik lebih memfokuskan pada substansi dari
kebijakan publik yang ada. Apakah tujuan yang telah ditetapkan kebijakan publik
sudah benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang ada, karena kebijakan publik
dibuat atau ditetapkan untuk pencapaian tujuan.
2.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pemanfaatan Hasil Evaluasi Kebijakan Publik
Pada dasarnya terdapat 5 (lima) faktor yang mempengaruhi pemanfaatan
hasil evaluasi kebijakan publik (dalam Suaib, 2016:112), yaitu antara lain:
1. Karakteristik
Informasi
Dalam hal ini yang perlu untuk
diperhatikan para evaluator adalah sampai sejauh mana informasi yang dihasilkan
dari evaluasi kebijakan publiknya dapat mudah ditangkap oleh para pelaku
kebijakan publik. Untuk itu maka informasi yang disajikannya haruslah jelas,
artinya informasi itu harus lengkap dan tidak menimbulkan banyak pertanyaan
baru, meskipun begitu informasi itu juga tidak boleh terlalu panjang. Informasi
itu haruslah kongkret, artinya ia tidak boleh terlalu berbelit-belit dan
kompleks.
2. Cara
Pengkajian
Dalam hal ini hasil-hasil evaluasi
kebijakan publik yang berupa informasi tersebut akan lebih dilihat pada
bagaimana informasi hasil evaluasi kebijakan publik itu diproses, yakni apakah
pemrosesan dan analisis dari evaluasi kebijakan publik tersebut benar-benar
berkualitas ataukah tidak.
3. Struktur
Masalah
Suatu perumusan keseluruhan proses
evaluasi kebijakan publik tersebut harus memiliki struktur permasalahan yang
jelas. Karena seringkali terdapat evaluasi kebijakan publik yang terlalu rumit
menunjuk dimana sebenarnya titik
permasalahan yang sedang dikritisinya. Hal ini jelas akan membuat para
pelaku kebijakan publik enggan memanfaatkan hasil-hasil evaluasi kebijakan
publik tersebut, karena dianggapnya tidak bermanfaat.
4. Struktur
Birokrasi dan Politik
Dalam hal ini yang menjadi kendala
dalam pemanfaatan hasil-hasil evaluasi kebijakan publik adalah faktor
eksternal, atau lebih tepat dikatakan sebagai kendala yang berasal dari para
pelaku kebijakan publik sendiri sebagai pengguna. Dalam sebuah strktur
birokrasi dan politik biasanya yang otoriter, para penguasa birokrasi cenderung
enggan menerima segala kritik maupun input yang sebenarnya bermanfaat bagi
kebijakan.
5. Interaksi
Antar Pelaku Kebijakan
Intinya para pelaku kebijakan
publik itu memiliki pengaruh politik tertentu, bila hubunga diantara mereka
tidak sehat, seperti ada nuansa untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lain,
maka seringkali kegiatan-kegiatan evaluasi kebijakan publik dianggap punya
latar kepentingan politik tertentu (Soeprapto, 2000:56 dalam Suaib,
2016:112-113).
3.
Penutup
3.1
Rangkuman
Dunn dan Ripley menyatakan bahwa fungsi dari evaluasi kebijakan terdiri
dari fungsi eksplanasi, kepatuhan, auditing dan akunting. Dunn juga mengatakan
bahwa fungsi dari evaluasi kebijakan publik pada dasarnya ada 3 (tiga) hal
pokok, yaitu (1) memberi informasi yang valid tentang kinerja kebijakan;
(2)menilai kepantasan tujuan atau target dengan masalah yang diharapi; dan (3)
memberi sumbangan pada kebijakan lain terutama segi metodologinya.
Sedangkan fungsi dari evaluasi kebijakan publik menurut Putra adalah:
Pertama, memberi informasi yang valid tentang kinerja kebijakan; Kedua, untuk
menilai keterkaitan tujuan atau target dengan masalah yang dihadapi.
Pada dasarnya terdapat 5 (lima) faktor yang mempengaruhi pemanfaatan
hasil evaluasi kebijakan publik antara lain: karakteristik informasi, cara
pengkajian, struktur masalah, struktur birokrasi dan politik, dan interaksi
antar pelaku kebijakan.
3.2
Tes
Formatif
A.
Pilihan
Ganda
Pilhlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Dibawah
ini adalah fungsi dari evaluasi kebijakan publik yang dapat memotret realitas
pelaksanaan program dan dapat dibuat suatu generalisasi tentang pola-pola
hubungan antar berbagai dimensi realitas.
a. Akunting
b. Auditing
c. Eksplanasi
d. Kepatuhan
2. Di
bawah ini adalah fungsi evaluasi kebijakan publik menurut Willian N. Dunn, kecuali…
a. Memberi
informasi yang valid tentang kinerja kebijakan.
b. Menemukan
input, output dan feedbacknya.
c. Menilai
kepantasan tujuan atau target dengan masalah yang diharapi
d. Memberi
sumbangan pada kebijakan lain terutama segi metodologinya
3. Fungsi dari evaluasi kebijakan publik Pertama, memberi informasi yang valid tentang kinerja kebijakan; Kedua, untuk menilai keterkaitan tujuan atau target dengan masalah yang dihadapi. Hal ini dikemukakan oleh...
a. Soeprapto
b. Suaib
c. Putra
d. Dunn
4. Dibawah
ini adalah fungsi dari evaluasi kebijakan publik yang dapat mengetahui apakah
sosial ekonomi dari kebijakan tersebut meningkat atau tidak.
a. Akunting
b. Auditing
c. Eksplanasi
d. Kepatuhan
5. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik, kecuali…
a. Struktur masalah
b. Sumber daya
c. Struktur birokrasi dan politik
d. Interaksi antar pelaku kebijakan
6. Fungsi dari evaluasi kebijakan publik pada dasarnya ada 3 yaitu (1) memberi informasi yang valid tentang kinerja kebijakan; (2) menilai kepantasan tujuan atau target dengan masalah yang diharapi; dan (3) memberi sumbangan pada kebijakan lain terutama segi metodologinya. Hal ini dikemukakan oleh…
a. Soeprapto
b. Suaib
c. Putra
d. Dunn
7. Bagaimana
informasi hasil evaluasi kebijakan publik itu diproses. Hal ini termasuk dalam
faktor yang mana dalam mempengaruhi hasil evaluasi kebijakan publik.
a.
Karakteristik informasi
b.
Cara pengkajian
c.
Struktur masalah
d.
Struktur birokrasi
8. Pada dasarnya terdapat 5 faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik antara lain: karakteristik informasi, cara pengkajian, struktur masalah, struktur birokrasi, politik dan interaksi antar pelaku kebijakan. Hal ini dikemukakan oleh…
a. Soeprapto
b. Suaib
c. Putra
d. Dunn
9. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik, yaitu…
a. Struktur birokrasi
b. Komunikasi
c. Sumber daya
d. Disposisi
10. Dibawah
ini adalah fungsi dari evaluasi kebijakan publik yang dapat mengetahui apakah
tindakan yang dilakukan oleh para pelaku baik birokrasi maupun pelaku lain
sesuai dengan standar maupun prosedur yang telah ditetapkan.
a. Akunting
b. Auditing
c. Eksplanasi
d. Kepatuhan
B.
Essay
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
pertanyaan berikut!
- Jelaskan dengan contoh yang nyata fungsi dari evaluasi kebijakan publik menurut Dunn dan Ripley!
- Jelaskan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil evaluasi kebijakan publik!
Daftar Pustaka
Ekowati, Mas Roro Lilik, 2009. Perencanaan,
Implementasi dan Evaluasi: Kebijakan atau Program (Suatu Kajian Teoritis dan
Praktis). Pustaka Cakra. Surakarta.
Suaib, Muhammad Ridha. 2016. Pengantar
Kebijakan Publik. Calpulis. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar