Rabu, 17 April 2024

MONITORING KEBIJAKAN

 1.        Pendahuluan

1.1    Deskripsi Singkat

Pada bab ini mahasiswa akan mempelajari tentang monitoring kebijakan.  Adapun isi pokok bahasan ini terdiri dari 5 kegiatan belajar: (1) pengertian monitoring; (2) tujuan monitoring; (3) data dan informasi untuk monitoring; (4) jenis-jenis monitoring; dan (5) pendekatan terhadap monitoring.

1.2    Relevansi

Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan definisi monitoring kebijakan, mampu menjelaskan tujuan monitoring, menjelaskan data dan informasi untuk monitoring, jenis-jenis monitoring dan pendekatan terhadap monitoring kebijakan. Sehingga dengan mempelajari bab ini mahasiswa lebih mudah untuk mempelajari tentang monitoring kebijakan dan membedakannya dari evaluasi kebijakan publik.

1.3    Capaian Pembelajaran

               1.3.1 Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

 Mahasiswa mampu memahami konsep dasar monitoring kebijakan. Selain itu mahasiswa mampu membedakan antara evaluasi kebijakan publik dengan monitoring kebijakan. 

1.3.2 Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

  1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan pengertian monitoring kebijakan.
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan monitoring kebijakan.
  3. Mahasiswa mampu menyebutkan data dan informasi apa saja yang dibutuhkan dalam monitoring kebijakan.
  4. Mahasiwa mampu menjelaskan data dan informasi diperlukan dalam monitoring kebijakan.
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis monitoring kebijakan.
  6. Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan terhadap monitoring kebijakan
  7. Mahasiswa mampu membedakan antara evaluasi kebijakan publik dan monitoring kebijakan.

1.4  Petunjuk Pembelajaran

Bacalah tiap uraian dengan teliti. Kerjakan semua tes formatif (Pilihan Ganda dan Essay).


2.        Penyajian

2.1    Pengertian Monitoring

Menurut AG. Subarsono (2009:113) monitoring dan evaluasi pada dasarnya adalah kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan. Monitoring dilakukan ketika sebuah kebijakan sedang diimplementasikan. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat kinerja suatu kebijakan, sejauh mana kebijakan tersebut mencapai sasaran dan tujuannya.

Monitoring diperlukan agar kesalahan-kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi resiko yang lebih besar. Evaluasi berguna untuk memberikan input bagi kebijakan yang akan datang supaya lebih baik.

2.2    Tujuan Monitoring

Menurut AG. Subarsono (2009:114) monitoring atau pemantauan adalah aktivitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang diimplementasikan dengan tujuan:

  1. Menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran.
  2. Menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar.
  3. Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan untuk itu.

2.3    Data dan Informasi untuk Monitoring

Monitoring membutuhkan data dan informasi sebagai bahan untuk melakukan penilaian terhadap proses implementasi kebijakan. Menurut AG. Subarsono (2009:114) data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai metode antara lain:

  1. Metode dokumentasi, yakni dari berbagai laporan kegiatan, seperti laporan tahunan, semesteran atau bulanan.
  2. Metode survei tentang implementasi kebijakan. Dalam hal ini seperangkat instrumen pertanyaan dipersiapkan sebelum melakukan survei. Tujuan survei adalah untuk menjaring data dari para stakeholders, terutama kelompok sasaran.
  3. Metode observasi lapangan. Observasi dimaksudkan untuk mengamati data empiris di lapangan dan bertujuan untuk lebih meyakinkan dalam membuat penilaian tentang proses dari kebijakan. Metode ini dapat digunakan untuk melengkapi metode survei.
  4. Metode wawancara dengan para stakeholder. Untuk itu, pedoman wawancara yang menanyakan berbagai aspek yang berhubungan dengan implementasi kebijakan perlu dipersiapkan.
  5. Metode campuran dari berbagai metode di atas, misalnya antara metode dokumentasi dan survei, atau metode survei dan observasi, atau dengan menggunakan ketiga atau bahkan keempat metode di atas.
  6. Focus Group Discussion (FGD). Metode FGD yakni dengan melakukan pertemuan dan diskusi dengan para stakeholder yang bervariasi. Dengan cara demikian, maka berbegai informasi lebih valid akan dapat diperoleh melalui cross check satu sama lain.

2.4    Jenis-jenis Monitoring

Ada berbagai jenis monitoring menurut AG. Subarsono (2009:115-116) seperti yang diuraikan di bawah ini:

  1. Kepatuhan (compliance) adalah jenis monitoring untuk menentukan tingkat kepatuhan implementor terhadap standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
  2. Pemeriksaan (auditing) adalah jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran.Akuntansi (accounting) adalah jenis monitoring untuk mengkalkulasi perubahan sosial dan eonomi yang terjadi setelah diimplementasikan suatu kebijakan.
  3. Eksplanasi (explanation) adalah jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan.

2.5    Pendekatan terhadap Monitoring

Dunn (1994) dalam AG. Subarsono (2009:116-117) mengidentifikasi adanya empat jenis pendekatan dalam melakukan monitoring, yakni:

1.      Akuntansi sistem sosial (social system accounting)

Akuntansi sistem sosial adalah pendekatan monitoring untuk mengetahui perubahan kondisi sosial yang objektif dan subjektif dari waktu ke waktu. Unsur utama dalam pendekatan ini adalah perlunya ditetapkan indikator sosial, yang memungkinkan analis kebijakan mengetahui kondisi sosial dalam kurun waktu yang berbeda. Sebagai contoh, di bidang pendapatan, maka indikator sosialnya adalah berapa persen penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Di bidang pendidikan, maka indisator sosialnya adalah berapa besar angka buta huruf (illiteracy rate) di suatu negara.

2.      Eksperimentasi sosial

Eksperimentasi sosial adalah pendekatan monitoring untuk mengetahui perubahan sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok eksperimen dengan cara membandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapat program atau dikenai kebijakan, yang sering disebut kelompok sasaran atau target group. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok masyarakat yang tidak mendapat program.

3.      Akuntansi sosial (social auditing)

Akuntansi sosial adalah pendekatan monitoring yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara masukan, proses, keluaran/ hasil, dan dampak. Dalam pendekatan ini yang diukur bukan sekedar hasil atau output dari kebijakan, tetapi juga menjawab pertanyaan (a) apakah hasil tersebut diperoleh dengan masukan (input) yang tidak boros; (b) seberapa efektif sebuah sistem berproses untuk dapat menghasilkan output.

4.      Sintesis riset dan praktik (research and practice synthesis)

Sintesis riset dan praktik adalah pendekatan monitoring yang menerapkan kompilasi, perbandingan, dan pengujian secara sistematis terhadap hasil-hasil dari implementasi kebijakan publik di masa lampau. Dalam konteks ini, ada kajian-kajian kritis dari penelitian-penelitian tentang proses dan hasil kebijakan masa lalu. Ada dua sumber informasi yang relevan bagi sintesis riset dan praktik, yakni: (a) studi kasus tentang formulasi dan implementasi kebijakan; dan (b) laporan-laporan penelitian yang membahas hubungan antara tindakan dan hasil kebijakan.

Untuk lebih jelasnya dilihat pada tabel pendekatan monitoring di bawah ini.

Tabel 2.1

Pendekatan Monitoring

Pendekatan

Jenis Pengendalian

Jenis Informasi Yang Dibutuhkan

Akuntansi sistem sosial

Kuantitatif

Informasi lama dan atau baru

Eksperimentasi sosial

Manipulasi langsung

Informasi baru

Pemeriksaan sosial

Kuantitatif dan atau Kualitatif

Informasi baru

Sintesis riset dan praktik

Kuantitatif dan atau Kualitatif

Informasi lama

Sumber: Dunn (1994:32) dalam AG. Subarsono (2009:117)

3.        Penutup

3.1    Rangkuman

Monitoring dan evaluasi pada dasarnya adalah kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan. Monitoring dilakukan ketika sebuah kebijakan sedang diimplementasikan. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat kinerja suatu kebijakan, sejauh mana kebijakan tersebut mencapai sasaran dan tujuannya. Monitoring diperlukan agar kesalahan-kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi resiko yang lebih besar. Evaluasi berguna untuk memberikan input bagi kebijakan yang akan datang supaya lebih baik.

Tujuan monitoring atau pemantauan adalah (1) menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran; (2) menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar; dan (3) melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan untuk itu.

Data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai metode antara lain:

  1. Metode dokumentasi.
  2. Metode survei.
  3. Metode observasi lapangan.
  4. Metode campuran dari berbagai metode di atas.
  5. Focus Group Discussion.

Ada berbagai jenis monitoring seperti yang diuraikan di bawah ini:

  1. Kepatuhan (compliance) adalah jenis monitoring untuk menentukan tingkat kepatuhan implementor terhadap standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
  2. Pemeriksaan (auditing) adalah jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran.
  3. Akuntansi (accounting) adalah jenis monitoring untuk mengkalkulasi perubahan sosial dan eonomi yang terjadi setelah diimplementasikan suatu kebijakan.
  4. Eksplanasi (explanation) adalah jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan.

Ada empat jenis pendekatan dalam melakukan monitoring, yakni:

  1. Akuntansi sistem sosial (social system accounting)
  2. Eksperimentasi sosial
  3. Akuntansi sosial (social auditing)
  4. Sintesis riset dan praktik (research and practice synthesis)

3.2    Tes Formatif

A.      Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan, disebut…

a.       Explanation

b.      Accounting

c.       Auditing

d.      Research  

2.    Di bawah ini adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu…

      a.  Social auditing

      b.  Social system accounting

      c.  Control-series Analysis

d.    Focus Group Discussion

3.      Dibawah ini adalah beberapa tujuan monitoring atau pemantauan, yaitu…

      a.  Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan itu.

      b.  Menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar.

      c.  Menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran.

      d.  Semua jawaban benar.

4.  Pendekatan monitoring yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara masukan, proses, keluaran/ hasil, dan dampak, disebut…

a.       Social auditing

b.      Social system accounting

c.       Research and practice synthesis

d.      Focus Group Discussion

5.    Dibawah ini adalah berbagai jenis monitoring, kecuali

      a.  Explanation

      b.  Accounting 

      c.  Auditing

      d.  Research 

6. Metode yang dilihat dari berbagai laporan kegiatan, seperti laporan tahunan, semesteran, atau bulanan, disebut metode…

      a.  Observasi

      b.  Dokumentasi

      c.  Survei

      d.  Kuesioner

7.    Di bawah ini adalah salah satu jenis pendekatan dalam melakukan monitoring, yaitu

a.       Explanasi

b.  Social auditing

c.  Auditing

d.  Practice social

8. Metode yang bertujuan untuk menjaring data dari para stakeholders, terutama kelompok sasaran, disebut metode…

a.   Observasi

b.   Dokumentasi

c.   Survei

d.   Kuesioner

9.   Pendekatan monitoring yang menerapkan kompilasi, perbandingan, dan pengujian secara sistematis terhadap hasil-hasil dari implementasi kebijakan publik di masa lampau, disebut…

      a.  Social auditing

      b.  Social system accounting

      c.  Research and practice synthesis

      d.  Focus Group Discussion

10. Jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran, disebut…

      a.  Explanation

      b.  Accounting

      c.  Auditing

      d.  Research 


B.       Essay

Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah pertanyaan berikut!

  1. Sebutkan dan jelaskan perbedaan evaluasi kebijakan pulik dan monitoring kebijakan!
  2. Sebutkan dan jelaskan mengapa data dan informasi dibutuhkan dalam monitoring kebijakan!
  3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis monitoring yang anda ketahui?

Daftar Pustaka

 Subarsono, AG. 2009. Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi 5. Formulasi Kebijakan Publik