1. Pendahuluan
1.1
Deskripsi
Singkat
Pada bab ini mahasiswa akan mempelajari tentang monitoring
kebijakan. Adapun isi pokok bahasan ini
terdiri dari 5 kegiatan belajar: (1) pengertian monitoring; (2) tujuan
monitoring; (3) data dan informasi untuk monitoring; (4) jenis-jenis
monitoring; dan (5) pendekatan terhadap monitoring.
1.2
Relevansi
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu
menjelaskan definisi monitoring kebijakan, mampu menjelaskan tujuan monitoring,
menjelaskan data dan informasi untuk monitoring, jenis-jenis monitoring dan
pendekatan terhadap monitoring kebijakan. Sehingga dengan mempelajari bab ini
mahasiswa lebih mudah untuk mempelajari tentang monitoring kebijakan dan
membedakannya dari evaluasi kebijakan publik.
1.3 Capaian Pembelajaran
1.3.1 Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar monitoring kebijakan. Selain itu mahasiswa mampu membedakan antara evaluasi kebijakan publik dengan monitoring kebijakan.
1.3.2 Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
- Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan pengertian monitoring kebijakan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan monitoring kebijakan.
- Mahasiswa mampu menyebutkan data dan informasi apa saja yang dibutuhkan dalam monitoring kebijakan.
- Mahasiwa mampu menjelaskan data dan informasi diperlukan dalam monitoring kebijakan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis monitoring kebijakan.
- Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan terhadap monitoring kebijakan
- Mahasiswa mampu membedakan antara evaluasi kebijakan publik dan monitoring kebijakan.
1.4 Petunjuk Pembelajaran
Bacalah
tiap uraian dengan teliti. Kerjakan semua tes formatif (Pilihan Ganda dan
Essay).
2.
Penyajian
2.1 Pengertian
Monitoring
Menurut AG. Subarsono (2009:113) monitoring dan
evaluasi pada dasarnya adalah kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap
implementasi kebijakan. Monitoring dilakukan ketika sebuah kebijakan sedang
diimplementasikan. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat kinerja
suatu kebijakan, sejauh mana kebijakan tersebut mencapai sasaran dan tujuannya.
Monitoring diperlukan agar kesalahan-kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi resiko yang lebih besar. Evaluasi berguna untuk memberikan input bagi kebijakan yang akan datang supaya lebih baik.
2.2 Tujuan Monitoring
Menurut AG. Subarsono (2009:114) monitoring atau pemantauan
adalah aktivitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan
akibat dari suatu kebijakan yang sedang diimplementasikan dengan tujuan:
- Menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran.
- Menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar.
- Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan untuk itu.
2.3 Data dan Informasi untuk Monitoring
Monitoring membutuhkan
data dan informasi sebagai bahan untuk melakukan penilaian terhadap proses
implementasi kebijakan. Menurut
AG. Subarsono (2009:114) data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui
berbagai metode antara lain:
- Metode dokumentasi, yakni dari berbagai laporan kegiatan, seperti laporan tahunan, semesteran atau bulanan.
- Metode survei tentang implementasi
kebijakan. Dalam hal ini seperangkat instrumen pertanyaan dipersiapkan sebelum
melakukan survei. Tujuan survei adalah untuk menjaring data dari para
stakeholders, terutama kelompok sasaran.
- Metode observasi lapangan. Observasi dimaksudkan untuk mengamati data empiris di lapangan dan bertujuan untuk lebih meyakinkan dalam membuat penilaian tentang proses dari kebijakan. Metode ini dapat digunakan untuk melengkapi metode survei.
- Metode wawancara dengan para stakeholder. Untuk itu, pedoman wawancara yang menanyakan berbagai aspek yang berhubungan dengan implementasi kebijakan perlu dipersiapkan.
- Metode campuran dari berbagai metode di atas,
misalnya antara metode dokumentasi dan survei, atau metode survei dan observasi, atau dengan menggunakan ketiga atau
bahkan keempat metode di atas.
- Focus Group Discussion (FGD). Metode FGD yakni dengan melakukan pertemuan dan diskusi dengan para stakeholder yang bervariasi. Dengan cara demikian, maka berbegai informasi lebih valid akan dapat diperoleh melalui cross check satu sama lain.
2.4 Jenis-jenis Monitoring
Ada berbagai jenis
monitoring menurut AG. Subarsono
(2009:115-116) seperti yang diuraikan di bawah ini:
- Kepatuhan (compliance) adalah jenis monitoring untuk menentukan tingkat kepatuhan implementor terhadap standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
- Pemeriksaan (auditing) adalah jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran.Akuntansi (accounting) adalah jenis monitoring untuk mengkalkulasi perubahan sosial dan eonomi yang terjadi setelah diimplementasikan suatu kebijakan.
- Eksplanasi (explanation) adalah jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan.
2.5 Pendekatan terhadap Monitoring
Dunn (1994) dalam AG. Subarsono (2009:116-117)
mengidentifikasi adanya empat jenis pendekatan dalam melakukan monitoring,
yakni:
1.
Akuntansi
sistem sosial (social system accounting)
Akuntansi sistem sosial adalah pendekatan monitoring untuk mengetahui
perubahan kondisi sosial yang objektif dan subjektif dari waktu ke waktu. Unsur
utama dalam pendekatan ini adalah perlunya ditetapkan indikator sosial, yang
memungkinkan analis kebijakan mengetahui kondisi sosial dalam kurun waktu yang
berbeda. Sebagai contoh, di bidang pendapatan, maka indikator sosialnya adalah
berapa persen penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Di bidang
pendidikan, maka indisator sosialnya adalah berapa besar angka buta huruf (illiteracy rate) di suatu negara.
2.
Eksperimentasi
sosial
Eksperimentasi sosial adalah pendekatan monitoring untuk mengetahui
perubahan sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok eksperimen dengan cara
membandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang
mendapat program atau dikenai kebijakan, yang sering disebut kelompok sasaran
atau target group. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok masyarakat yang
tidak mendapat program.
3.
Akuntansi
sosial (social auditing)
Akuntansi sosial adalah pendekatan monitoring yang berusaha untuk
mengetahui hubungan antara masukan, proses, keluaran/ hasil, dan dampak. Dalam
pendekatan ini yang diukur bukan sekedar hasil atau output dari kebijakan, tetapi juga menjawab pertanyaan (a) apakah
hasil tersebut diperoleh dengan masukan (input)
yang tidak boros; (b) seberapa efektif sebuah sistem berproses untuk dapat
menghasilkan output.
4.
Sintesis
riset dan praktik (research and practice
synthesis)
Sintesis riset dan praktik adalah pendekatan monitoring yang menerapkan
kompilasi, perbandingan, dan pengujian secara sistematis terhadap hasil-hasil
dari implementasi kebijakan publik di masa lampau. Dalam konteks ini, ada
kajian-kajian kritis dari penelitian-penelitian tentang proses dan hasil
kebijakan masa lalu. Ada dua sumber informasi yang relevan bagi sintesis riset
dan praktik, yakni: (a) studi kasus tentang formulasi dan implementasi
kebijakan; dan (b) laporan-laporan penelitian yang membahas hubungan antara
tindakan dan hasil kebijakan.
Untuk lebih jelasnya dilihat pada tabel
pendekatan monitoring di bawah ini.
Tabel 2.1
Pendekatan Monitoring
|
Pendekatan |
Jenis Pengendalian |
Jenis Informasi Yang Dibutuhkan |
|
Akuntansi sistem sosial |
Kuantitatif |
Informasi lama dan atau baru |
|
Eksperimentasi sosial |
Manipulasi langsung |
Informasi baru |
|
Pemeriksaan sosial |
Kuantitatif dan atau Kualitatif |
Informasi baru |
|
Sintesis riset dan praktik |
Kuantitatif dan atau Kualitatif |
Informasi lama |
Sumber: Dunn (1994:32) dalam
AG. Subarsono (2009:117)
3.
Penutup
3.1
Rangkuman
Monitoring dan evaluasi pada dasarnya adalah
kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan. Monitoring
dilakukan ketika sebuah kebijakan sedang diimplementasikan. Sedangkan evaluasi dilakukan
untuk melihat tingkat kinerja suatu kebijakan, sejauh mana kebijakan tersebut
mencapai sasaran dan tujuannya. Monitoring diperlukan agar kesalahan-kesalahan
awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga
mengurangi resiko yang lebih besar. Evaluasi berguna untuk memberikan input
bagi kebijakan yang akan datang supaya lebih baik.
Tujuan monitoring atau pemantauan adalah (1) menjaga agar kebijakan yang sedang
diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran; (2) menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga
mengurangi resiko yang lebih besar; dan (3) melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila
hasil monitoring mengharuskan untuk itu.
Data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui
berbagai metode antara lain:
- Metode dokumentasi.
- Metode survei.
- Metode observasi lapangan.
- Metode campuran dari berbagai metode di atas.
- Focus Group Discussion.
Ada berbagai jenis
monitoring seperti yang diuraikan di bawah ini:
- Kepatuhan (compliance) adalah jenis monitoring untuk menentukan tingkat kepatuhan implementor terhadap standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
- Pemeriksaan (auditing) adalah jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran.
- Akuntansi (accounting) adalah jenis monitoring untuk mengkalkulasi perubahan sosial dan eonomi yang terjadi setelah diimplementasikan suatu kebijakan.
- Eksplanasi (explanation) adalah jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan.
Ada empat jenis pendekatan dalam melakukan
monitoring, yakni:
- Akuntansi sistem sosial (social system accounting)
- Eksperimentasi sosial
- Akuntansi sosial (social auditing)
- Sintesis riset dan praktik (research and practice synthesis)
3.2
Tes
Formatif
A.
Pilihan
Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Jenis monitoring untuk menjelaskan adanya perbedaan
antara hasil dan tujuan kebijakan, disebut…
a. Explanation
b. Accounting
c. Auditing
d. Research
2. Di bawah ini adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu…
a. Social auditing
b. Social system accounting
c. Control-series Analysis
d. Focus Group Discussion
3. Dibawah ini adalah beberapa tujuan monitoring atau pemantauan, yaitu…
a. Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan itu.
b. Menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar.
c. Menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran.
d. Semua jawaban benar.
4. Pendekatan monitoring yang berusaha untuk
mengetahui hubungan antara masukan, proses, keluaran/ hasil, dan dampak,
disebut…
a. Social auditing
b. Social system accounting
c. Research and practice synthesis
d. Focus Group
Discussion
5. Dibawah ini adalah berbagai jenis monitoring, kecuali…
a. Explanation
b. Accounting
c. Auditing
d. Research
6. Metode yang dilihat dari berbagai laporan kegiatan, seperti laporan tahunan, semesteran, atau bulanan, disebut metode…
a. Observasi
b. Dokumentasi
c. Survei
d. Kuesioner
7. Di
bawah ini adalah salah satu jenis pendekatan dalam melakukan monitoring, yaitu
a. Explanasi
b. Social auditing
c. Auditing
d. Practice social
8. Metode
yang bertujuan untuk menjaring data dari para stakeholders,
terutama kelompok sasaran, disebut
metode…
a. Observasi
b. Dokumentasi
c. Survei
d. Kuesioner
9. Pendekatan monitoring yang menerapkan kompilasi, perbandingan, dan pengujian secara sistematis terhadap hasil-hasil dari implementasi kebijakan publik di masa lampau, disebut…
a. Social auditing
b. Social system accounting
c. Research and practice synthesis
d. Focus Group Discussion
10. Jenis monitoring untuk melihat sejauh mana sumber daya dan pelayanan sampai pada kelompok sasaran, disebut…
a. Explanation
b. Accounting
c. Auditing
d. Research
B.
Essay
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah pertanyaan berikut!
- Sebutkan dan jelaskan perbedaan evaluasi kebijakan pulik dan monitoring kebijakan!
- Sebutkan dan jelaskan mengapa data dan informasi dibutuhkan dalam monitoring kebijakan!
- Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis monitoring yang anda ketahui?
Daftar Pustaka
Subarsono, AG. 2009. Analisis
Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar